Jumat, 13 Mei 2016

Tante ku Menggoda







Narasi sex ini berawal dari kejadian dimulai dikala aku menginap di hunian om aku di daerah bandung,
narasi kegilaan ini membuahkan narasi dewasa sex yg ga biasa, yakni main-main sex dgn tante ku sendiri yg memang lah kalo dibilang gemilang body nya, benar-benar saya tidak jarang berfikir yg neko2 waktu saya berada di sampingnya, macam mana nggak, saya seringmenemui tante ku tersebut habis mandi cuma pake handuk, padahal tubuhnya yg molek & seksi dgn tonjolan dada yg mantab itu senantiasa tampak menyembul yang merupakan belahan di sela2 handuk yg dipake, makin tidak jarang saya ngelihat makin horny pula ku & kadang lantaran tidak kuasa sehingga saya serentak lari ke toilet buat onani. Ok saya narasi narasi sex ini, begini kisahnya, om aku sudah menikah & mempunyai 2 anak lelaki yg lucu usia 3 & 5 th, juga mempunyai istri yg lumayan elegan (menurut aku) umurnya lebih kurang 27 th.
Awal kejadiannya yaitu kepada hri sabtu tengah malam aku mendengar pertengkaran di hunian tersebut, yg tak lain merupakan om aku bersama tante aku. Nyatanya penyakit ‘gatel’ om aku kambuh lagi yakni tidak jarang berangkat ke diskotik dgn temannya. Aspek tersebut amat sangat menyakitkan tante aku, sebab di sana om aku bakal mabuk-mabukan & terkadang pulangnya mampu kepada hri Pekan tengah malam. Entahlah apa yg dilakukan di sana dengan teman-temannya. & kepada diwaktu itu cuma saya bertiga saja di hunian : aku, Om Pram & Tante Sis.
“Brak..” nada gelas pecah menghantam pintu, lumayan menciptakan aku kaget, & om aku dgn marah-marah berlangsung ke luar kamar. Dari dalam kamar terdengar tante aku berteriak, “Nggak usah pulang sekalian, cepet ceraikan saya.” Dalam hatiku berbicara, “Wah ribut lagi.” Om Pram cepat berlangsung ke luar hunian, menstarter mobil Tarunanya & berangkat entah ke mana.
Di dalam kamar, saya mendengar Tante Sis menangis. Saya ingin masuk ke dalam tetapi takut kena damprat olehnya (kesalahan Om Pram dilimpahkan kepadaku). Namun saya menjadi penasaran pula. Takut kelak berjalan apa-apa kepada Tante Sis. Maksudku akibat kecewa sama Om Pram dirinya cepat bunuh diri.
Pelan-pelan kubuka pintu kamarnya. & kulihat ia menangis menunduk di depan meja rias. Saya berinisiatif masuk pelan-pelan sambil menghindari pecahan gelas yg tadi pernah dilemparkan oleh Tante Sis. Kuhampiri dirinya & bersama pelan.
Saya tanya, “Kenapa Tan? Om kambuh lagi?”
Dirinya tak menjawab, cuma diam saja & sesekali terdengar isak tangisnya. Pass lama saya berdiri di belakangnya. Terhadap diwaktu itu saya cuma memandangnya dari belakang, & kulihat nyatanya Tante Sis mengenakan pakaian tidur yg pass menggiurkan. Kepada ketika itu saya belum berpikiran macam-macam. Saya cuma berkesimpulan bisa saja Tante Sis menggandeng Om Pram, berdua saja di hunian, dikarenakan anak-anak mereka sedang bertolak menginap di hunian adik Tante Sis. & bisa saja pula Tante Sis menggandeng Om bercinta (sebab pakaian yg dikenakan lumayan menggiurkan, daster slim, bersama warna pink & panjang seputar 15 centimeter di atas lutut). Tapi Om Pram tak ingin, beliau lebih mementingkan teman-temannya dari terhadap Tante Sis.
Tiba-tiba Tante Sis berbicara, “Om anda sepertinya udah nggak sayang lagi sama Tante. Kini ia berangkat dgn teman-temannya ke depok, ninggalin Tante sendirian di hunian, apa Tante udah nggak cakep lagi.” Waktu Tante Sis bicara begitu ia berbalik menatapku. Saya setengah kaget, dikala mataku tak sengaja menatap buah dadanya (kira-kira berukuran 34). Di situ kelihatan puting susunya yg tercetak dari daster yg dikenakannya. Saya cukup kaget pula melihat badan tanteku itu.
Saya terdiam sebentar & saya ingat tadi Tante Sis menanyakan sesuatu, saya serentak mendekatinya (dgn cita-cita bisa menonton payudaranya lebih dekat lagi).
“Tante tetap menawan kok, & Om kan bertolak sama temannya. Menjadi nggak usah khawatir Tan!”
“Iya tetapi temennya itu brengsek seluruh, mereka tentu mabuk-mabukan lagi & bermain wanita di sana.”
Saya menjadi bingung menjawabnya. Dengan Cara refleks kupegang tangannya & bicara, “Tenang aja Tan, Om nggak dapat macem-macem kok.” (tetapi pikiranku telah mulai sejak macam-macam).
“Tapi Tante denger dirinya miliki si sayang di surabaya, malahan Tante tempo hari pergoki beliau telponan ama cewek, kalo nggak salah namanya Sella.”
“Masak Om tega sih ninggalin Tante demi cewek yg baru kenal, bisa saja itu temennya kali Tan, & lagian Tante masihlah terus kece kok.”
Tidak Dengan Tante Sis sadari tangan kananku telah diatas paha Tante Sis lantaran tangan kiriku tetap memegang tangannya. Perlahan-lahan pahanya kuusap dengan cara halus, elemen ini kulakukan lantaran saya berkesimpulan bahwa tanteku telah lama tak disentuh dengan cara lembut oleh lelaki.
Tiba-tiba tanganku yg memegang pahanya ditepis oleh Tante Sis, & berdiri dari duduknya, “Saya tantemu aku harap anda jangan sampai kurang ajar sama Tante, waktu ini Tante harap anda ke luar dari kamar tante waktu ini pun!” Bersama suara beram Tante Sis mengusirku.
Lumayan kaget pun saya mendengar itu, & dgn perasaan malu saya berdiri & meminta maaf, terhadap Tante Sis dikarenakan kekurangajaranku. Saya berlangsung pelan utk ke luar dari kamar tanteku. Sambil terjadi saya berpikir, saya memang lah terangsang & tak mau menyia-nyiakan peluang ini. Sejak saya putus dgn pacarku, tetap jelas kepentingan biologisku kusalurkan melalui tanganku.
Sesudah hingga di depan pintu saya menoleh terhadap Tante Sis lagi. Dirinya cuma berdiri menatapku, bersama nafas tersenggal-senggal (mungkin saja beram bercampur sedih jadi satu). Saya membalikkan tubuh lagi & di pikiranku saya mesti mendapatkannya tengah malam ini serta. Bersama periode bodoh saya menutup pintu kamar dari dalam & menguncinya, dulu serta-merta berbalik menatap tanteku. Tante Sis pass kaget menyaksikan apa yg saya perbuat. Otakku telah dipenuhi oleh nafsu binatang.
“Mau apa anda?” tanyanya bersama panik bercampur kaget.
“Tante kemungkinan waktu ini Om sedang bersenang-senang dengan doi barunya, tambah baik kita pula bersenang-senang di sini, aku bakal memuaskan Tante”. Bersama nafsu kutarik badan tanteku ke ranjang, dirinya meronta-ronta, Tante Sis mempunyai tinggi badan lebih kurang 165 centi meter & berat sekitar 50 kg) saya akan mendorongnya ke ranjang, dulu menindihnya.
“Lepasin Tante, deh,” nada ke luar dari mulutnya namun saya telah tak peduli dgn rontaannya. Dasternya kusingkap ke atas. Nyatanya Tante Sis tak mengenakan celana dalam maka terpampang gundukan bukit kemaluannya yg menggiurkan, & bersama kasar kutarik dasternya sektor atas sampai payudaranya terpampang di depanku. Bersama bernafsu saya segera menghisap putingnya, badan tanteku masihlah meronta-ronta, dgn tak sabar saya serentak merobek dasternya & bersama nafsu kujilati semua tubuhnya terutama payudaranya, lumayan harum badan tanteku.
Akibat rontaannya saya mengalami kesusahan utk terhubung pakaianku, namun pelan-pelan saya mampu terhubung pakaian & celanaku. Sambil terhubung pakaian & celanaku itu, dgn bergantian tanganku mengusap bukit kemaluannya yg menurutku mulai sejak basah (kemungkinan Tante Sis telah mulai sejak terangsang walau tetap menyusut tapi frekuensinya agak menurun sedikit).
kemaluanku sudah berdiri tegak & kokoh nafsu sudah menyelimuti seluruh kesadaranku bahwa yg kugeluti ini merupakan isteri pamanku sendiri….yakni tanteku….
Bersama tak sabar saya segera berikhtiar membenamkan kejantananku ke liang TANTEKU………..,
Saya agak kesusahan menemukan celah kewanitaan tanteku,kadang kemaluanku meleset keatas & bahkan kadang meleset kearah lubang anus tanteku .
ini disebabkan tanteku bergerak kesana kemari berupaya menghindar & menghalangi kemaluanku yg telah siap tempur ini……………………………………..
“heh, jangan sampai, saya Tantemu tolong lepasin, ampun, Tante minta ampun”. Saya telah tak peduli lagi Rengekannya. …….usahaku kepalang tanggung & mesti berhasil……karena gagalpun bisa saja akibatnya dapat sama
bahkan barangkali lebih fatal akibatnya…….
Saat lubang senggamanya kurasa telah sesuai bersama dibantu cairan yg ke luar dari liang kewanitaannya saya serentak menghujamkan senjataku.
“Auuhh, sakit, aduh.. Tante minta ampun.. tolong jangan sampai melakukan …..lepasin Tante..” Waktu mendengar rintihannya, saya menjadi kasihan, namun senjataku telah di dalam, “Maaf Tante, aku telah tak tahan & punyaku telah terlanjur masuk nih…..,” bisikku ke telinganya. Tante Sis cuma diam saja. & tak berbicara apa-apa.
Dgn pelan & tentu saya sejak mulai memompa kemaluanku naik turun, ……..tanteku menggelinjang hebat…..seakan dapat masihlah ada sedikit pemberontakan dalam dirinya….
ssshhhhhhhhh….tanteku cuma mendesis lirih sambil menolehkan kepalanya kekiri & kekanan tidak ingin menatap wajahku…….seterusnya Dirinya cuma diam pasrah & kulihat air matanya berlinang ke luar. Kucium keningnya & bibirnya, sambil membisikkan, “Tante, Tante masihlah jelita & masihlah mengairahkan kok, aku sayang Tante, jika Om telah tak sayang lagi, supaya aku yg menyayangi Tante.” Tante Sis cuma diam saja, & kurasakan pinggulnya juga ikut bergoyang seirama dgn goyanganku.
kemaluanku kudorong perlahan …seakan mau menikmati kenyamanan ini bersama dikala yg lama……..
cllkk….clllkkkk.cclkkkk bunyi badanku bersaing bersama tubuh tanteku…….seirama ke luar masuknya kemaluanku kedalam liang senggamanya yangbetul betul enak……
Kira-kira 10 menit saya merasakan liang kewanitaan tanteku makin basah & kakinya menyilang di atas pinggulku & menekan kuat-kuat barangkali tanteku sedang orgasme……………………………………. ……………
kudiamkan sejenak …..kubiarkan tanteku menikmati orgasmenya………kubenamkan lebih dalam kemaluanku ,sambil memeluk erat tubuhnya iapun membalasnya erat…..kurasakan badan tanteku bergetar….
kenikmatan yg dahsyat sudah didapatkannya…….
kubalik tubuh tanteku & saat ini ia dalam posisi diatas……kemaluanku tetap terbenam dalam kewanitaan tanteku……tapi dirinya cuma diam saja sambil merebahkan tubuhnya di atas tubuhku,….dulu kuangkat pinggul tanteku perlahan…..& menurunkannya lagi….kuangkat lagi……dan kuturunkan lagi…….kemaluanku yg berdiri tegak menyodok deras keatas …kelubang nikmatnya……
ahirnya tidak dengan kubantu ….tanteku menggoyangkan sendiri pantatnya naik turun…..
oooooooccchhhhhhhh…….saya yg blingsatan kenikmatan…
rupanya tanteku handal dgn goyangannya diposisi atas….
kenikmatan maximum kudapatkan dalam posisi ini….
rupanya tanteku mengetahui kondisi ini …ia tambah menggoyang goyangkan pantatnya meliuk liuk persis pantat Anisa bahar penyanyi dangdut dgn goyang patah patahnya…….
oooooochhhhhh,…………sshhh……kali ini saya yg serupa orang kepedasan
saya mengangkat kepalaku…kuhisap puting susu tanteku…..
dia mengerang……..goyangannya tambah dipercepat….
& 5 menit terjadi …….tanteku bergetar lagi……ia sudah meraih orgasmenya yg kedua……
pundakku dicengkeramnya erat……
ssshhhhhhh………bibir bawahnya digigit…sambil kepalanya menengadah keatas…..
“….******* kamu…….tante kok barangkali gini…..ssssshhhh
….tante udah 2 kali kluarrrrrrrr…”…..
saya cuma tersenyum…..
“tulangku rasa lepas seluruh to….”
saya kembali tersenyum…
“tante gak sempat klimaks lebih dari 1 x kalo dgn ommu..”
kubalik kembali tubuh tanteku dgn posisi konvensional..
kugenjot bersama deras kewanitaannya…..
oooohhh oohhh….ssshhhhh
tanteku kembali menggeliat pinggulnya mulai sejak bergoyang serta mengimbangi genjotanku…………..
saya pula telah pengen nyampe…….
& tak lama selanjutnya akupun mengeluarkan spermaku di dalam liang senggamanya.
ssshhhhhh……aaachhhhhhh………………..
spermaku tumpah dgn derasnya kedalam liang senggama tanteku……..
mata tanteku sayu menatapku klimaks………
permainan panjang yg amat melelahkan……yang diawali bersama pemaksaan & perkosaaan yg ahirnya berkesudahan dgn kenikmatan puncak yg sama sama diraih…….
kulihat terpancar kepuasaan yg teramat diwajah tanteku…………………..
“kamu mesti menjaga rahasia ini lo…..”
saya cuma mengangguk….
& waktu ini tanteku tidak perduli lagi bila om ku ingin pulang atau tidak…….
dikarenakan jikalau om ku ke luar tengah malam sehingga tanteku bakal menghubungiku via Mobile Phone utk serentak kerumahnya……
ada kalanya, seluruh tidak berahir di ranjang…kepuasan sanggup diwujudkan bermacam2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar