Cerita Sex 17 Tahun HOT
cerita sex panas, cerita janda, cerita sex abg, cerita sex sedarah, cerita sex anak smu, cerita sex 17tahun, cerita nakal, cersex, cerita panas
Rabu, 18 Mei 2016
anakku merangsangku
Anak Adopsi Yg Menciptakan Ku Merangsang – Saya duda 2 anak yg berkerja di luar negri. Yg cewek dalam proses utk meraih permanen resident di Australia & yg pria bekerja sambil sekolah di Amerika. Istriku telah 5 thn dulu wafat, maka saya kembali membujang di umur yg telah pass senja. Sebuah ketika saya trenyuh menyaksikan nasib Puput disaat saya melayat temanku beliau lalu mengadopsi anak dari bayi. Sesudah umur 9 thn temanku yg 2 th dulu ditinggal mati suaminya, seterusnya menyusul suaminya. Menonton nasib Puput saya menjadi trenyuh & memutuskan mengasuhnya hingga dewasa.
Membawa anak asuh utk tinggal bersamaku rasanya menyenangkan & membahagiakan hatiku. Puput sejak ditinggal meninggal oleh ibu angkatnya, memang lah tak mempunyai keluarga lagi. Ada memang lah kakak tirinya, tapi sebab keadaannya yg menjanda ditinggal kabur suaminya dgn wanita lain, ia tak mengizinkan memelihara Puput lantaran masalah ekonomi.
Saya mengenal Puput barangkali sejak dirinya berumur 5 th, maka ia beranggapan saya juga sebagai familinya serta.
Ruangan tinggalku di apartemen di Jakarta yg di dalam kompleks bangunan ini fasilitasnya lumayan komplit, sebab ada pusat perbelanjaan, ada hipermarkaket Carefur & ada serta pusat rekreasi air & bermacam macam permainan anak-anak.
Puput pasti saja merasa suka tinggal di apartemenku, lantaran ia merasa leluasa jalan-jalan di mall & sewaktu-waktu mau berenang tidak butuh jauh-jauh bepergian.
Saya menempati apartemen bersama 2 kamar. Selagi ini saya mengurus sendiri seluruhnya apartemenku, sebab saya tak gemar ada pembantu yg kukhawatirkan mengganggu kebebasanku & serta tidak sedikit narasi pembantu yg menyukai melakukan pencurian.
Kedatangan Puput yg sekarang berumur 9 th cukup menunjang ku buat mengurusi sebahagian urusan hunian tangga.
Ia bersekolah dgn alat antar jemput, maka saya tak butuh bersusah payah mengantar & memikirkan menjemputnya. Sesampai di hunian umumnya beliau mencari makan sendiri bersama turun ke food court yg benar-benar sediakan beraneka kategori makanan.
Satu elemen yg agak terganggu ialah kebebasanku di dalam hunian. Saya kebanyakan seandainya berada di apartemenku, cuma mengenakan celana dalam, atau kadang-kadang malah telanjang saja. Saya memang lah gemar bebas.
Namun sejak kedatangan Puput di apartemenku, saya menjadi kembali kekehidupan normal lagi, berpakaian kumplit & menjaga kerapian seluruh perabotan rumahku.
Puput saya menyediakan kamar kusus tepat dgn usianya, tidak cuma boneka & pernak-pernik permainan anak wanita pun ada computer yg senantiasa tersambung dgn internet.
Semua area di apartemenku kupasangi camera. Instalasi camera ini telah terpasang sejak awal saya menempati apartemenku. Tujuannya supaya saya dapat mengontrol siapa tahu ada orang tidak di undang masuk ke apartemenku.
Puput telah tak lagi canggung hidup dengan ku sesudah lewat musim 3 bln. Anak ini punyai kelemahan kepada kulitnya yg tidak jarang ada korengnya. Saya tak tahu apakah lantaran beliau tak bersih waktu mandi atau dikarenakan lain. Telah beraneka salep & obat-obat koreng saya mencoba, namun senantiasa saja ada muncul koreng baru di lokasi lain.
Saya penasaran kepada kiat anak ini mandi, apakah memang lah ia mandi lumayan bersih atau tak. Satu hri saya penasaran utk membersihkan badannya. Saya bawa di kekamar mandi & saya minta di mengakses bajunya seluruhnya. Mulanya Puput menolak dikarenakan jelasnya beliau malu. Saya menyampaikan, bahwa beliau tak butuh malu sebab masihlah anak-anak. Bersama berat hati hasilnya beliau mengakses seluruhnya bajunya & bertelanjang bulat di depanku. Ia menutupi kemaluannya. saya biarkan saja ia berlaku demikian. Ia kusuruh masuk berendam di bak mandi yg telah diisi air hangat. Bersama spons & sabun sulfur saya bersihkan seluruhnya badannya hingga 2 kali.
Puput dipungut dari pasangan keturunan Cina , maka kulitnya putih. Dalam umur 9 th ia tetap belum mempunyai payudara. Di seputar putingnya saja yg agak sedikit menonjol, sementara di kemaluannya tetap polos tidak dengan rambut.
Sesudah saya menyabuni seluruhnya tubuhnya & mengeringkan dgn handuk Puput telah tak malu lagi. Selesai mandi, koreng-koreng yg mengotori kulit putihnya saya olesi bersama salep.
Selagi seminggu saya telateni membersihkan anak ini. Akhirnya cukup, lantaran tak ada lagi koreng baru muncul.
Rupanya jadi rutinitas bagi Puput. Dirinya sekarang ini tak ingin mandi sendiri, maka senantiasa minta saya memandikannya. Kadang-kadang saya menolak pula sebab cape. Namun jika telah demikian, Puput ngambek & tak ingin mandi.
Saya sama sekali tak terangsang walaupun menonton Puput telanjang. Perbedaan usia yg lumayan jauh, di mana saya telah berumur 55 th sedang Puput baru 9 thn. Walaupun demikian ia termasuk juga anak yg pass bongsor dikarenakan badannya agak berisi & tingginya di atas biasanya anak seusianya.
Satu Buah kali disaat saya sedang asyik berendam di air hangat buat menghilangkan rasa penat bekerja seharian, Puput masuk menerobos & serentak buka pakaian dulu ikut nyemplung.
Bila berendam di air hangat K0ntolku senantiasa mengembang. Memang Lah tak bangun 100 %, tapi pass membesar pula. Nah celakanya waktu Puput ikut berendam dirinya membawa posisi telungkup di atas saya yg sedang berbaring. Tubuhnya menjadi menyenggol-nyenggol K0ntolku yg agak menegang. Sentuhan itu mengakibatkan K0ntolku menjadi semakin mengeras. Saya tak kuasa mengendalikannya. Lebih-lebih ke-2 pangkal paha Puput pas menjepit K0ntolku yg berdiri.
Terhadap mulanya Puput tak memperhatikan bahwa K0ntolku berdiri, namun lama-lama dikarenakan dirinya tergoda pula tanya.
“ oom ini apaan sih kok keras-keras,” jelasnya.
“ Itu Maya Oom, kenapa” kataku.
“ Enggak apa-apa, geli aja rasanya ada rambut-rambutnya.” tuturnya.
Pembicaraan ke arah itu tak berlanjut, hingga saya mesti menyabuni diriku. Pasti saja saya tak sanggup konsisten terhadap posisi berendam. Saya berdiri & senjataku mengacung keras. Puput mengetawai senjataku yg jelasnya lucu, kayak sosis. Saya diam saja & meneruskan aktifitas menyabuni diriku. Puput serta ikut berdiri & menyabuni dia dgn spons yg berbusa. Dirinya dulu ikut menyabuniku. Sepertinya tertarik menonton senjataku yg mengacung maka tidak dengan izin & berbicara apa-apa tangannya memperoleh senjataku & menyabuninya. Saya menjadi belingsatan senjataku dipegang. Sebenarnya saya mau melarang, tapi lantaran rasanya nikmat hasilnya saya biarkan saja beliau menyabuni senjataku. Saya pura-pura tak peduli, biarpun sejujurnya saya merasa nikmat.
Saya tak mau berlama-lama & serta-merta mendapatkan shower buat membersihkan sabun di seluruhnya badanku.
Hingga saya mengeringkan dgn handuk, voltase di K0ntolku tidak akan turun. Saya cepat-cepat mengenakan celana dalam utk menyembunyikannya.
Tak ada kejadian yg aneh kemudian. Tetapi buat hari-hari berikutnya, Puput menjadi semakin tidak jarang ikut saya mandi. Beliau menurutnya menyukai menonton senjataku yg senantiasa mengacung. Beliau serta tahu dari kondisi senjataku lemas hingga hasilnya mengacung tegang. Dikala dirinya bertanya mengapa K0ntolku yg tadinya lemas dulu jadi keras. Saya jawab sekenanya, bahwa tiap-tiap kena air panas K0ntolku menjadi semakin keras.
Adat Puput ikut menyabuni badanku semakin lama semakin menyiksaku, lantaran dirinya entah sebab nalurinya atau karena apa melaksanakan kegiatan mengocok K0ntolku. Saya kebanyakan tak mampu melarang, sebab rasanya nikmat sih. Tapi diwaktu ada tanda=tanda ingin ejakulasi saya menghentikannya & cepat menyambar shower utk menetralisir rangsangan.
Satu kali saya lepas kontrol, maka hasilnya saya ejakulasi. Entah apa hri itu saya serta-merta sekali mencapai ejakulasi. Puput pasti saja kaget melhat ada cairan ke luar dari ujung K0ntolku. Tangannya yg terkena semburan sperma buru-buru dicuci & disabuni berkali-kali.
Ia mengira saya mengencingi tangannya. Saya memaparkan bahwa yg ke luar itu, bukan kencing, namun sperma. Beliau ke luar jika satu orang pria merasa nikmat.
Sesudah saya jelaskan dengan cara gamblang bahwa sperma itu yakni bibit buat memperoleh satu orang bayi, hasilnya di lain diwaktu waktu beliau mengocokku, ia tak lagi merasa jijik.
Saya menjadi terbiasa dikocok oleh anak 9 thn. Nyaris tiap hri dirinya mengocok K0ntolku. Tetapi tak tiap-tiap kali dikocok saya memperoleh ejakulasi, sebab seandainya saya tiap-tiap hri mengeluarkan mani sehingga butuh diwaktu lumayan lama dikocok. Bila terlampaui lama dikocok, waktu ke luar saya merasa ngilu disekitar tepi topi bajaku. Maka Dari Itu kadang-kadang saya menghentikan kocokan Puput di tengah jalan lantaran jikalau telah terlampaui lama, kelak hasilnya saya merasa ngilu.
Saya menjadi dapat kembali bebas bertelanjang di dalam hunian sejak mandi bareng jadi gerakan teratur kami. Puput juga menjadi ikut-ikutan bertelanjang di dalam hunian.
Tradisi barunya merupakan ikut tidur tengah malam di ranjangku. Saya walaupun tidak jarang dikocok Puput, tetap belum memiliki nafsu terhadapnya. Saya pikir ia masihlah anak-anak, teteknya belum ada & memeknya serta masihlah plontos & rapat, menjadi dirinya sbg wanita belum menarik & merangsang.
Saya apabila tidur tengah malam, kadang-kadang gunakan celana dalam, kadang-kadang malah telanjang bulat.
Puput pula pun demikian, dirinya tidak jarang tidur satu selimut denganku dalam kondisi bugil juga. Kami tidak jarang berdua tidur bugil dalam satu selimut. Sejauh ini sih kondisi aman-aman saja.
Puput semakin manja kepadaku, dikarenakan nyaris seluruh keinginannya senantiasa saya turuti. Dirinya tak sempat lagi tidur di kamarnya, senantiasa bergabung tidur bersamaku.
Akhir-akhir ini dirinya punyai tradisi baru, meremas-remas K0ntolku, dari kondisi lemas hingga hasilnya menegang. Saya tak mampu melarangnya, sebab bila dilarang dirinya dulu ngambek. Hasilnya saya biarkan saja ia mempermainkan K0ntolku hingga ia tidur.
Saya lama-lama menjadi terpancing pun merabai memeknya disaat dirinya meremas-rmas K0ntolku. Diwaktu kurabai, memeknya terasa agak basah. Anak ini rupanya terangsang, tapi bisa jadi beliau tak sadar. Saya menjadi semakin asyik merabai memeknya & memainkan clitorisnya. Mulanya dirinya merasa geli, namun lama-lama ia merasa nikmat serta. Bila kurabai ia bereaksi mengejang-ngejang. Menurut beliau rasanya enak di rabai demikian. Gerakan itu jadi aktivitas teratur menjelang tidur. Saya tak tahu apakah dirinya mencapai orgasme atau tak dikarenakan antara orgasme & perasaan enak dirinya senantiasa mengejang-negejang.
Sementara saya tak sempat mencapai ejakulasi dikala diremas-remas di lokasi tidur. Kemungkinan lantaran pada awal mulanya kala mandi saya telah menyemburkan spermaku, menjadi waktu menjelang tidkur K0ntolku menjadi imum.
Satu Buah kali saya meyakini bahwa Puput mencapai orgasme saat habis mengejang & menjepit jariku dulu beliau menjauhkan memeknya dari tanganku sebab dirinya merasa ngilu. Apakah itu orgasmenya yg perdana, atau sebelum ini ia telah mencapai orgasme, saya tak tau tentu.
Entah dari mana dirinya mendapat wawasan, tapi waktu saya enggan merabai memeknya ia memegang K0ntolku & ujungnya beliau gosok-gosokkan di kira kira memeknya. Ia kembali mengejang-ngejang & hasilnya menekankan permukaan memeknya ke K0ntolku. bisa jadi itu yakni naluri, sebab saya percaya ia tak miliki wawasan menyangkut jalinan kelamin.
Kebiasannya menggeser-geserkan K0ntolku ke memeknya menjadikan ia ketagihan & senantiasa dilakukannya tiap-tiap tengah malam.
Hingga disini saya kadang-kadang mulai sejak kehilangan akal sehatku. Saya tidak jarang menekankan K0ntolku ke memeknya kala dirinya menggeser-geserkan. Saya pula merasakan kenikmatan. Tapi ujung K0ntolku tak hingga masuk ke dalam lubang memeknya lantaran kemungkinan terlampaui mungil.
Aktivitas menggeser-geser ujung K0ntolku ke memeknya tak lagi ia melakukan dgn posisi saling menyamping. Saya lama-lama lelah pun tidur miring, maka saya mengubah posisi telentang. Bisa Saja lantaran kenikmatan yg dirasakan Puput tanggung, dirinya nekat menindihku. Belahan memeknya di tepatkan di atas K0ntolku & dirinya mengeserkan badannya . Ibarat batang K0ntolku itu rel & memeknya membekap diatasnya maju mundur. Ia sanggup serta mencapai orgasme dgn trick itu.
Saya lama-lama tak sanggup bersi teguh dgn perlakuan Puput yg selama ini. Kadang-kadang kupaksakan serta ujung K0ntolku memasuki lubang memeknya. Tapi tak sempat sukses sebab ia merasa kurang nyaman & sakit.
Akal sehatku mulai sejak menurun, hingga hasilnya saya bernafsu mau menjilati itilnya. Saya pikir bersama trik itu toh saya tak merusaknya & dirinya mendapat kenikmatan. Puput kuminta tidur telentang & saya mencium pipinya dulu lehernya konsisten turun ke ke-2 puting susunya yng belum terlampaui tumbuh. Nafas Puput memburu menandakan bahwa beliau amat sangat terangsang. Diwaktu saya turun konsisten & terhubung celah memeknya beliau seperti tak sadar diri. Tubuhnya menggelinjang kala lidahku menyapu ujung clitorisnya yg telah mencuat dikarenakan rangsangan.
Saya menjilati itilnya hingga hasilnya beliau orgasme.
Entah sialnya atau untungnya, Puput menjadi ketagaihan saya oral demikian. Ia tiap-tiap tengah malam menjadi minta dioral.
Sebulan lebih saya menjadi terbiasa mengoralnya hasilnya saya bosan & pegel serta leherku. Saya edit minta ia mengoralku. Mulanya Puput menolak, namun sesudah saya yakinkan bahwa saya serta dapat merasakan kenikmatan yg beliau rasakan jikalau dioral, hasilnya dirinya ingin pun. Memang Lah mulanya beliau tak handal mengoralku, lantaran giginya berkali-kali menggerus batang K0ntolku. Tetapi lama kelamaan dirinya semakin dapat diandalkan hingga akupun ejakulasi. Puput semakin handal hingga dirinya setelah itu gemar menelan seluruhnya spermaku.
Manusia senantiasa dilanda rasa tak puas. Walau saya mampu ejakulasi dgn cuma dioral, namun selanjutnya saya berkeinginan menyetubuhi Puput. Bayangan kemauan menyetubuhi itu tak mampu kutahan, walau saya mengupayakan mati-matian menghilangan bayangan itu dari otakku. Sebab telah tak tahan lagi menahan gejolak buat menyetubuhinya, saya hasilnya membeli K Jell.
Tengah Malam itu saya melumuri semua batang K0ntolku bersama KJell & seluruhnya permukaan lubang memek Puput. Saya telah gelap mata, kepala K0ntolku ku posisikan di depan gerbang memeknya. Berkat pertolongan jelli yg licin, kepala K0ntolku mampu menguak masuk sedikit ke gerbang memeknya.
Saya pelan-pelan menekan & mogok waktu Puput kesakitan. K0ntolku ku tarik sedkit, sesudah rasa sakit Puput reda saya tekan kembali K0ntolku & sukses masuk lebih jauh. Kala ia menjerit kesakitan, saya hentikan lagi. Hingga hasilnya seluruh kepala K0ntolku masuk & tak sanggup maju lagi saya telah berejakulasi.
Permainan masuk kepala K0ntol & konsisten bersama pertolongan Jelli saya jalankan berkali-kali selagi seminggu. Sesudah lebih dari seminggu tidak dengan pertolongan Jelli kepala K0ntolku mampu masuk & mogok kala Puput merasa kesakitan. Kalau tak saya paksa menekan lebih jauh Puput sekarang telah tak lagi kesakitan. Menjadi bersetubuh dgn cuma membenamkan kepala K0ntolku Puput tak lagi merasa kesakitan. Penerobosan K0ntolku lebih jauh terhalang oleh selaput perawannya.
Saya pasti saja penasaran lantaran bersetubuh secara ini tak memuaskanku, meski saya sanggup mencapai ejakulasi.
Satu kali saya telah berkehendak penuh mau memerawani Puput, Batang K0ntolku kembali saya lumuri jelli & saya dgn enteng memasukkan kepala K0ntolku. Hingga menemui jalan buntu saya berakhir. Sambil berdiam saya mengejankan K0ntolku & sedikit mendorong masuk. Saya laksanakan berkali-kali & Puput sejak mulai merintih-rintih sakit. Saya seperti kesetanan tak memperdulikan kecuali memusatkan perhatian memajukan K0ntolku. Terasa K0ntolku semakin maju & menerobos masuk.
Kala saya dorong K0ntolku mampu maju semakin jauh. Sementara itu Puput merintih, tapi saya tak peduli & tetap mendorong masuk, hingga K0ntolku hasilnya tenggelam semua. Terasa sekujur batang K0ntolku dijepit memek Puput. Saya diam sebentar hingga Puput merasa reda sakitnya. seterusnya saya tarik perlahan-lahan dulu saya dorong kembali. Kegiatan maju mundur K0ntolku semakin lama semakin tidak tersendat hingga hasilnya saya tak sanggup bersi kukuh & menyemburkan spermaku semua ke dalam memek Puput.
Sejak kejadian itu 3 hri kami tak melaksanakan aktifitas seks. Puput yg merasakan memeknya perih barangkali tak mampu terangsang. Hri keempat hingga ke tujuh kami cuma lakukan aktivitas seks oral.
Saya tak akan cobalah memasukkan K0ntolku ke memek Puput, dikarenakan kasihan beliau kesekitan. Tapi di hri ke delapan Puput membawa inisiatif melumuri K0ntolku dgn jelly & lubang memeknya serta ia lumuri. Saya diam saja & menunggu apa yg bakal beliau laksanakan seterusnya.
Saya tidur telentang. Puput menaikiku & memegang batang K0ntolku dulu beliau posisikan di lubang memeknya. Sambil dalam posisi jongkok ia masukkan K0ntolku ke memeknya bersama dirinya merendahkan badannya. Perlahan-lahan K0ntolku terbenam ke dalam memeknya. Rasanya masihlah teramat ketat, tapi lantaran pertolongan jelly batangku menjadi licin memasuki lubang sempit itu. Menonton raut wajahnya, Puput kelihatan tak terlampaui merasa sakit, dirinya cuma sesekali nyengir menahan sakit, tapi K0ntolku konsisten tenggelam di memeknya. Ia dulu laksanakan aktivitas memompa K0ntolku.
Saya tak menyangka anak seusia 9 th setengah sanggup disetubuhi. Mungkin Saja sebab Puput badannya bongsor, sehingga biarpun usianya tetap bujang, tapi fasilitas reproduksinya mengembang searah bersama perkembangan badannya. Bila di bandingkan dgn kawan-kawan seusianya ia memang lah kelihatan paling agung. Bahkan seandainya diliat dari badannya dirinya seperti anak-anak kelas 6, padahal dirinya baru kelas 4.
Saya sejak itu nyaris 2 hri sekali lakukan interaksi dgn Puput. Saya mengusahakan menahan diri utk tak mengawali, kecuali Puput yg mengharapkan.
Dgn situasi seperti ini, Puput nanti tak dibebani perasaan seakan-akan ia diperdaya & diperkosa olehku.
Saya memang lah sudah lama mensterilkan diri, maka leluasa menyemburkan sperma di dalam. Tetapi Puput walaupun saya masihlah subur, ia belum sanggup dihamili sebab belum mendapat haid. Dgn begitu beliau belum mampu meproduksi telur utk dibuahi.
Kalau dirinya mengenakan seragam sekolahnya, tidak seorangpun bakal menyangka bahwa Puput telah amat sangat lihai berhubungan tubuh bersama laki laki. Sikap polos & kekanak-kanakannya tetap menonjol.
Akhir-akhir ini keprivasian ku agak terganggu dikarenakan Puput tidak jarang dikunjungi temen-temen ceweknya. Malah jikalau akhir minggu mereka senantiasa menginap & selalunya ngrumpi di kamar Puput.
Pasti saja mereka gemar menginap di apartemen kami , dikarenakan dari apartemen itu bersama enteng dapat di capai ajang rekreasi, baik berenang ataupun bermacam wahana permainan.
Dalam situasi seperti itu, pasti saja saya bersikap kebapakan & jaga martabat.
Seperti sempat saya ungkapkan di bidang awal kisah ini, semua ruanganku terdapat camera cctv. Ini gunanya biar saya senantiasa sanggup memantau kondisi hunian.
Saya & Puput serta tidak jarang menikmati film-film porno utuk menambah pengetahuan. Film-film itu disimpan disatu laci husus supaya tak tampak apabila rekan-rekan Puput berkunjung. Di rak DVD cuma tampak film-film biasa & pula film yg disukai anak-anak seusia Puput.
Satu Buah kali saat mereka saya tinggal berangkat buat kerja lewat waktu di kantor. Saya menyaksikan lewat camera cctv bahwa kawan-kawan Puput asyik melihat koleksi film porno ku. Mereka cekikikan melhat beragam adegan.
Ada 2 rekan Puput yg tidak jarang menginap di akhir minggu. Ke-2 anak-anak ini baru kembali Pekan sore dijemput orang tuanya di mall. Mereka merupakan sohib sekelas Puput.
Saya sekian banyak kali sempat berjumpa bersama mereka. Syntia anak keturunan Cina badannya agak mungil, tetapi nampaknya telah tumbuh teteknya, meskipun mungil menyembul dari bali bajunya. Yg satu lagi Debby, serta rekan sekelas Puput badannya telah berkembang, dikarenakan beliau lebih sepuh setahun dari Puput.
Ke-2 anak ini tidak cuma hobby jalan-jalan di Mall, tapi paling gemar melihat film porno di kamar Puput. Saya memonitor mereka lewat monitor computer di kamarku. Puput tak mengetahui bahwa di seluruh tempat, termasuk juga di kamarnya diawasi camera.
Seperti narasi diawal mulanya kami menempati apartemen yg dibawahnya terdapat tidak sedikit ajang main-main anak-anak, kolam renang bersama bermacam macam permainan & mall.
Berkat letak yg yg strategis itu, sekian banyak sohib sekolah Puput tidak jarang menginap apabila di akhir minggu. Mereka seakan-akan berkunjung ke Singapura, sebab menjelajahi mall yg teramat luas & pilihan makanan yg pun pass tidak sedikit. Buat main-main serta sedia tidak sedikit pilihan.
Cyntia selanjutnya seperti berlangganan kalau akhir minggu beliau tentu menginap di apartemen kami. Anak ini tampangnya antara jumpa Cina bersama Bule. Ia menjadi nya cakep & imut.
Saya serta tahu kegemaran Cintya, adalah menyaksikan film-film porno. Ini berkat camera CCTV yg kupasang tersembunyi di tiap-tiap segi apartemenku. Bagaimanakah mungkin saja ya anak usia 10 tahunan telah mengerti nafsu & tertarik film-film porno.
Biarpun saya tahu kegemaran rekan si Puput, tapi saya tak sempat sedikitpun berbuat kurang sopan terhadapnya. Saya pastinya jaga martabat & menjaga kehormatan Puput di depan temannya.
Satu Buah kali saat saya pulang dalam kondisi lelah saya berharap berendam di air hangat barang setengah jam. Kala saya hingga, apartemenku kosong. Saya menduga Puput berada di mall, bisa jadi sedang janjian ketemu dgn teman-temannya. Tadi disaat ku telpon beliau sedang makan di program ulang tahunnya di food court di bawah.
Saya serentak menyiapkan air hangat di bak mandi buat berendam. Sesudah mencuci bersih saya nyemplung ke dalam bak air hangat. Rasanya nikmat sekali & sambil terkantuk-kantuk saya tetap berendam. Suhu air kunaikkan perlahan-lahan hingga batas maksimal saya sanggup menahannya. Dalam kondisi setengah mengantuk saya terperanjat dikarenakan Puput & temannya Cintya menerobos masuk. Pakaian mereka basah, bisa saja habis berenang dibawah.
Cyntia tak cepat mengetahui saya, seandainya Puput tak menyapaku. Ia terperanjat, namun tangannya dipegang Puput biar Cintya tak ke luar lagi.
Puput seperti biasa serentak mengakses seluruh bajunya hingga telanjang. Temannya disuruh telanjang masihlah malu. Mereka berdua dulu masuk ke kompartemen shower. Dari bayangan kaca kulihat Cintya terhubung bajunya seluruh.
Seputar 10 menit mereka mandi sambil tetap cekikikan, sebab Puput tidak jarang menggamit tetek Cintya yg telah sejak mulai tumbuh.
Dari kompartemen shower, Puput menggeret Cintya supaya masuk bersamanya ke dalam bak area saya berendam. Kepada mulanya Cintya menolak, namun sebab Puput memaksanya hasilnya dgn langkah ragu ia ikut nyemplung. Kami bertiga telanjang berendam dalam satu bak mandi yg ukurannya tak terlampaui gede.
Puput dengen leluasa memanjangkan tubuhnya & mencelupkan kepalanya . Saya mengubah posisi jadi duduk dari posisi diawal mulanya tidur telentang. Ku percaya Cintya dapat menonton K0ntolku dari bailk air. Dgn leluasanya Puput memegang K0ntolku dulu dirinya menyelam. Saya pasti saja rikuh, lebih-lebih Cintya. Dirinya seperti salah tingkah. Beliau terjebak dalam kondisi bugil berada dihadapanku yg pun bugil. Saya berupaya menetralkan bersama mengemukakan, tak usah malu.
Puput menawariku menyabuni badanku. Pasti saya dgn menyukai hati menyambutnya. Puput berdiri menyabuni semua tubuhku. Beliau menarik Cintya biar ikut menyabuniku. Cintya dgn agak terpaksa ikut berdiri tapi mukanya dipalingkan ke arah lain, menghindari menonton K0ntolku yg sedang berdiri. Menyabuniku tidak dengan melihatku pasti saja gerakannya kacau. Tangan Puput menuntun tangan Cintya mengarah ke K0ntolku yg menegang. Aktivitas tangan Cintya terasa terperanjat. Sambil konsisten berpaling ia menyabuni K0ntolku dibantu panduan Puput. Gilanya Puput mengarahkan aktivitas mencocok K0ntolku, maka Cintya menjadi mengocok K0ntolku. Puput memerintahkan supaya Cintya terus menyabuni sektor pensiku sementara Puput memberishkan bidang belakangku.
“Ini apa sih oom kok keras,” bertanya Cintya sejak mulai berani.
Saya menyarankan biar ia menyaksikan sendiri apa yg ia pegang. Kala berpaling dirinya terperanjat & melepaskan ke-2 tangannya dulu menutupnya ke mulutnya.
Sesudah badanku penuh dgn sabun, Puput memerintahkan saya utk menyabuni Cintya . Dgn sigap saya dulu menyapu semua permukaan badannya.
Teteknya yg mungil terasa kenyal, memeknya belum berjembut. Saya tak menyabuni bidang dalam memeknya lantaran apabila kemasukan sabun kelak dapat terasa perih.
Selesai kami berselimut sabun saya menghidupkan shower di bak rendam & menyirami mereka satu persatu & mengusap sekujur tubuhnya. Kepada Cintya saya curi-curi mengorek sektor dalam memeknya. Dirinya kaget & menggelinjang.
Dari kamar mandi kami berselimut handuk kembali ke kamar masing-masing.
Sejak kejadian perdana itu saya mengalami mandi bareng Cintya lebih kurang 3 kali. Ia tak lagi canggung, malah mengajakku mandi dgn. Cintya seperti pula Puput menyukai mengocok K0ntolku. Saya bersi kukuh sekuat tenaga supaya tak hingga muncrat. Untungnya hal tersebut sanggup & sukses.
Entah hasutan apa sebuah tengah malam Puput & Cintya naik ke ruangan tidurku, kata Puput Cintya minta diajari. Cintya cuma tertunduk malu.
Sementara itu Puput mencopoti celana boxer & celana dalamnya maka saya bugil. Cintya yg tetap terdiam kaku & malu bajunya dicopti oleh Puput.
Cintya diminta tidur telentang, saya cepat mengerti bahwa ia mau merasakan dioral. Saya serentak membawa posisi utk mengoral.
Saya tak langung menjilati memeknya tapi dimulai dari lebih kurang gundukan memek nya yg plontos. Cintya kegelian maka menggelinjang. Ia masihlah diliputi rasa takut, ragu & khawatir. Saya mulai sejak menyapu lidahku ke belahan memeknya. Dirinya mengejang sekali-kali manakala lidahku menyentuh sektor ciltorisnya. Disaat kuraba memeknya terasa mulai sejak basah, saya sejak mulai laksanakan serangan ke seputar clitorisnya. Beliau menggelinjang kegelian terhadap awalnya, namun lama-lama menggelinjang sebab rangsangan lidahku ke clitorisnya. Perasaan ragu, takut & khawatir, sekarang beralih menjadi rangsangan. Tangannya mencekam sprei di kiri kanannya . Saya tetap jalankan serangan hingga beliau melenguh panjang & menjepit kepalaku. Cintya sukses saya untuk mencapai orgasme.
Saya dulu menciumi teteknya & mencium mulutnya dalam-dalam. Dirinya menyongsong ciumanku dgn ganas.
Saya tak menambahkan permainan dgn Puput, sebab ini jadi rahasia kami. Cintya sejak itu bisa saja lebih 5 kali saya oral, maka dirinya jadi ketagihan.
Kemungkinan saja dikarenakan seringnya Cintya bertandang ke apartemenku, ibunya Cintya mau tahu bagaimanakah apartemenku. Dijemput Puput , Cintya & Ibunya berkunjung ke apartemenku. Kami bertaaruf & bercerita menyangkut latar belakang kami masing-masing.
Ibu Cintya berumur seputar 30 th, namun tetap kece & sekel. Beliau keturunan Cina & kawin dgn Bule Amerika yg bekerja di perminyakan off shore. Menjadi ia tidak jarang ditinggal berbulan-bulan oleh suaminya.
Kami segera akrab & tidak jarang mami Cintya yg mengaku bernama Mei meneleponku menanyakan informasi anaknya. Jikalau hri libur, kami tidak jarang makan dgn sementara anak-anak sibuk di ajang permainan.
Sambil menunggu anak-anak selesai, Mei saya ajak ke apartmenku buat beristirahat.
Entah gimana awalnya kami setelah itu terlibat pertalian percintaan yg terburu-buru. Disaat anak-anak menelepon & dapat naik ke apartemen kami buru-buru merapikan pakaian.
Sejak dikala itu Mei tidak jarang diam-diam mengunjungiku dikala anak-anak sedang sekolah. Kami melampiaskan nafsu kami. Mei mungkin saja kehausan seks lantaran lama tak disambangin suaminya.
Kami semakin akrab maka menjadi teledor. Dikala kami sedang berbugil & bergumul pintu kamarku terbuka & di situ berdiri Puput & Cintya.
Kami kaget & tak pernah mengubah posisi di mana Mei sedang berada diatasku. “ Mama ngapain,” kata anaknya tidak dengan ekspresi.
Mei tak sanggup berpikir lain kecuali memanggil anaknya buat mendekat. “ Sini Yg, liat mama sedang dibahagiakan oleh Oom,” kata Mei .
“Enak ya ma,” bertanya Cintya.
“Enak” jawab Mei.
“Aku ingin pun dong apabila enak,” pinta Cintya merengek.
“Eh anda masihlah mungil menjadi belum waktunya merasakan seperti ini, kelak saja apabila telah akbar,” kata Mei.
“Ah mama curang, ya udah ntar Cintya bilang ke Papa,” ancam Cintya.
“Eh jangan sampai gitu dong nak, iya deh sini minta diajari oleh si oom ya,” kata Mei.
Saya yg sejak awal telentang saja & memperhatikan dialog antara ibu & anaknya hasilnya bangkit duduk di ranjang sambil bersila. K0ntolku masihlah basah oleh cairan memek si Mei.
Puput yg tadi menghilang kembali telah berganti pakaian. Cintya dgn cekatan terhubung seluruh bajunya & serentak duduk dipangkuanku. Mei tentu mengira Cintya telah begitu terbakar birahinya maka berani buka pakaian & bugil dgn serta-merta. Padahal dibalik itu, sebenarnya Cintya telah biasa bugil bersamaku.
Saya dulu minta ketegasan Mei apakah benar anaknya boleh saya garap. Dirinya cuma mengangkat bahu sbg tanda pasrah. Saya membawa pelicin jelly dulu K0ntolku saya lumuri & lubang memek Cintya saya lumuri pula banyak-banyak. Dgn berhati-hati saya mulai sejak memasukkan ujung K0ntolku ke dalam belahan memek Cintya. Cintya meringis. Saya jelaskan ke Cintya bahwa terhadap awalnya bakal terasa perih & sakit, namun itu hanya sebentar, setelah itu dapat terasa enak.
Cintya mengangguk sambil menggigit bibir bawahnya. Saya tekan perlahan-lahan hingga ujung K0ntolku macet oleh selaput dara Cintya. Saya pelan-pelan menekan konsisten hingga tiba-tiba Cintya terpekik & bersamaan dgn itu K0ntolku masuk lebih jauh ke dalam memek anak usia 10 th. Saya mogok sebentar dulu sesudah Cintya reda rasa sakitnya saya sejak mulai memompanya. Rasanya sempit sekali, beda dgn memek ibunya yg telah agak longgar & banjir berair.
Sebentara saja air maniku telah muncrat di dalam memek Cintya.
Ibunya serentak menyiapkan kain sapu tangan ditempelkan di memek anaknya. Dari situ ke luar air sperma bercampur darah sedikit. Anaknya dibimbingnya ke kamar mandi utk dibersihkan.
Sesudah Mei menyelesaikan tugasnya dirinya kembali kecerita awal, orgasmenya yg terhenti minta dituntaskan. K0ntolku di kulumnya hingga hasilnya berdiri lagi, dirinya serta-merta menaiki ku & dgn ganasnya dirinya memompaku hingga hasilnya dirinya mencapai orgasme.
Sejak itu apartemenku jadi hunian ke-2 Mei & anaknya. Bila suaminya ada di Jakarta, mereka kembali ke rumahnya di Kemang. Disaat suaminya pergi ke off shore beliau mengungsi ke tempatku. Saya jadi bertambah berat dikarenakan mesti melayani 3 cewek. Buat itu saya menciptakan jadwal dgn jeda 2 hri buat tiap-tiap orang. Dalam umur 55 th saya telah bukan superman lagi.
ohhh mertuaku..
Masalahku & Ibu Mertua – Sinopsis : Hidup di Villa Mertua Indah dgn istri yg sedang mengandung & mertua yg menjanda memang lah kadang memunculkan masalah. Terlebih jika ibu mertua berani menggoda menantunya buat mengobati kesepiannya.
Saya tak tahan lagi mau menceritakan seluruh ini. Saya miliki masalah yg amat jarang berlangsung. Saya telah lama terjerat kasus ini & senantiasa berikhtiar lepas tapi senantiasa saya kembali terjerat dgn masalah ini seperti orang kecanduan.
Inti persoalannya ialah ibu mertuaku. Saya telah menikah tatkala nyaris 15 th & dikaruniai 4 anak yg lucu-lucu. Telah lama sebelum saya menikah dgn istriku ibu mertuaku telah berstatus seseorang janda yg relatif masihlah jelita & benar-benar kuakui tubuhnya menggairahkan.
Kepada awal pernikahanku dgn istriku Yanti, segalanya demikian baik. Ibu mertuaku memang lah senantiasa berpakaian sopan & tak sempat menunjukkan hal-hal yg jelek. Tingkah lakunya senantiasa santun penuh sabar & tidak sedikit memberikan pemikiran yg baik & memang lah ibu mertuaku tidak sedikit disukai ibu-ibu RT disekitar rumahnya.
Saya akui hingga kini memang lah saya belum sanggup memiliki hunian sendiri, maka sejak awal pernikahanku saya tinggal di hunian mertuaku. istriku ialah dua bersaudara, kakaknya pula wanita ikut suaminya di pulau lain, maka benar-benar ibu mertuaku kasihan apabila tinggal di hunian sendiri tidak dengan ada yg menemani.
Kepada kala itu memang lah saya senantiasa hormat kepada ibu mertuaku & saya serta langsung menyesuaikan diri bersama lingkungan hunian ibu mertuaku maka saya langsung di terima sbg masyarakat yg baik di situ.
Kepada dikala itu saya telah kerja di business garment. Letak kantor & rumahku yakni hunian ibu mertuaku amat sangat jauh, boleh dikatakan tidak sama kota, maka saya senantiasa mesti bertolak ke kantor pagi-pagi subuh. Aspek ini benar-benar telah jadi adat sehari-hari yg wajar.
Hri demi hri terjadi wajar & istriku mulai sejak mengandung anakku yg perdana. Tiap-tiap pagi bila saya bersiap-siap berangkat ke kantor senantiasa istriku belum bangun, bahkan hingga saya bertolak kebanyakan ia belum bangun. Namun ibu mertuaku senantiasa telah bangun & telah rapi, & membantuku dgn menyiapkan sarapan. Semuanya terjadi baik.
Hingga sebuah pagi waktu saya bangun tidur, ibuku umumnya baru selesai mandi & beres-beres hunian. Tapi tak seperti rata rata, sekali ini kulihat ibu mertuaku ke luar dari kamar mandi cuma menggunakan kimono yg ketat. Sejarah itu memang lah tak terlampaui jadi perhatianku sebab beliau merupakan ibu mertuaku.
Besoknya berlangsung perihal yg sama, ibuku ke luar dari kamar mandi terhadap waktu saya baru bangun & duduk di ruangan tengah, & sekali ini belahan tengah kimono di dada agak sembarangan di tutup maka agak terbuka sedikit. Yg mengkhawatirkan merupakan elemen ini mulai sejak mempengaruhi pikiranku, tapi saya senantiasa sukses mengusirnya. Anehnya histori seperti ini, saya baru bangun & ibu mertuaku yg ceroboh senantiasa terulang.
& yg lebih lagi sekian banyak pekan selanjutnya kepada kala saya baru bangun ibuku seperti biasa ke luar dari kamar mandi & seolah jadi rutinitas saya senantiasa mencuri-curi tonton ke badan ibu mertuaku. Tetapi sekali ini ibuku cuma menggunakan handuk yg dilingkarkan ke tubuhnya. & terang handuk tersebut terlampaui pendek utk menutupi seluruhnya kulit putih mulus milik ibu mertuaku. Saya akui benar-benar ibu mertuaku tetap terbilang bujang atau orang mengatakannya awet belia.
Ibu mertuaku cuma senyum-senyum tidak dengan bersalah melalui di depanku & masuk ke kamarnya. Adegan handuk ini kembali jadi teratur yg seakan-akan berbalas-balasan antara ibu metuaku yg sedikit-sedikit seolah mengusahakan “menunjukkan” & saya yg sedikit-sedikit berikhtiar melakukan pencurian saksikan.
Hingga sebuah hri seperti biasa ibuku melalui di depanku & masuk ke kamarnya & benar-benar pintu kamarnya tak sempat di tutup rapat, senantiasa dibiarkannya agak rengga sedikit, seakan-akan lupa. & di dalam kamar diwaktu ibu mertuaku mengganti pakaian di balik pintu sekali-sekali ibuku terjadi di kamarnya dari satu ujung ke ujung yg lain buat membawa sesuatu yg ketingalan di lemari, dgn cuma memanfaatkan celana dalam & BH. Seakan-akan tiada yg menonton, tapi kadang-kadang saya menangkap segi matanya yg sekejap menyaksikan seperti mau tahu apakah saya memperhatikannya atau tak.
Kadang-kadang di dalam kamarnya itu ibuku memijit-mijit kakinya yg memang lah mulus, seperti pegal atau apa saya tak tahu. Sambil duduk dipinggir ruangan tidur & masihlah menggunakan handuk di tubuhnya ibuku memijit-mijit kakinya & kadang-kadang mengangkatnya sedikit, & kadang-kadang seperti tak sengaja agak merenggangkan pahanya maka saya sanggup menonton celah-celah di antara pahanya dalam kegelapan tertutup handuk. Kadang saya seperti menyaksikan lirikan mata ibu mertuaku sekejap & seolah merasa puas apabila mengetahui bahwa saya berikhtiar melihatnya di celah pintu yg agak renggang. Kejadian ini berulang. & kondisi sehari-hari memang lah tak ada perubahan maka istriku pun tak mengetahui apa-apa, terutama serta ibu mertuaku bertingkah laku biasa & memang lah tak ada apa-apa. Tapi pikiranku melekat padanya & tak sanggup melupakan kejadian-kejadian tiap pagi.
Kadang-kadang sambil memijit kakinya tiba-tiba ibu mertuaku mengangkat kakinya sebelah ke atas ruangan tidur dalam posisi tetap duduk dipinggir ruang tidur, maka terlihatlah segalanya meskipun cuma sebentar selanjutnya kakinya diturunkan lagi. & benar-benar jikalau ke luar dari kamar mandi ibu mertuaku tak sempat memanfaatkan pakaian dalam dikarenakan seluruhnya pakaiannya ada di kamar tidurnya. & sesudah selesai berpakaian, ibu mertuaku senantiasa senyum dikulum, seolah suka melihatku setengah mati berlangsung membungkuk-bungkuk & saya melepaskan segalanya di kamar mandi.
Kejadian bermacam-macam tidak jarang berjalan & segalanya menjadi tak wajar lagi. Seandainya saya bersenggolan dgn ibu mertuaku senantiasa ada perasaan berdesir & berdebar, tetapi ibu mertuaku cuek-cuek saja. Begitu berjalan konsisten saya tidak jarang “tidak sengaja” menyenggol ibu mertuaku & ibu nertuaku kadang-kadang “tidak sengaja” menyenggolku, begitu tetap hingga anakku lahir & hingga diwaktu anakku berusia 4 bln.
Terhadap satu buah hri saya pulang kantor pagi-pagi sebab saya dapat mendapat shift tengah malam dikarenakan ada order mendesak. Di hunian cuma ada ibu mertuaku sebab istriku sedang bertolak ke hunian uwaknya dgn anakku. & rata-rata bila istriku ke hunian uwaknya sehingga sanggup hingga sore baru pulang. Saya benar-benar berencana buat membetulkan kabel listrik di rumahku yg masihlah kurang buat lampu depan. Disaat saya mengusahakan memasang kabel yg ditembok di kamar kulihat ibu mertuaku sedang memasukkan baju-baju yg baru diseterika ke dalam lemari siteriku. Dengan Cara insting saja saya membawa kabel di tembok di belakang lemari yg bergelantungan yg telah kulepas dari atas & dengan cara tak sengaja lenganku menyentuh sektor depan atas dada ibu mertuaku. Saya agak terperanjat & berupaya menarik tanganku tapi batal lantaran anehnya ibu mertuaku tak mengupayakan menggeser badannya biar saya tak terhalang, & kembali sibuk dgn pakaian yg telah diseterika.
Saya serta seperti pura-pura tak tahu & menarik-narik kabel itu sedemikian rupa maka lenganku bergesekan bersama dada ibu mertuaku. Jantungku berdebar-debar kencang, & ibu mertuaku pun kulihat cuma membolak-balik pakaian yg telah di lemari tidak dengan maksud. Tiba-tiba ibu mertuaku memandangku tajam, cuma sebentar setelah itu kembali sibuk bersama baju-baju di lemari.
Perlahan-lahan kutarik tanganku & kupindahkan ke pundaknya buat merangkulnya. Saya percaya ibu mertuaku dapat mendengar betapa jantungku berdegup-degup keras & saya agak gemetaran. Waktu perlahan kurangkul, ibu mertuaku tak bergeser atau berpaling, dirinya terus saja sibuk bersama baju-baju di lemari.
Posisi berdiriku waktu ini sedemikian rupa menjadi berada agak di belakang ibu mertuaku dgn satu tangan merangkul pundaknya. Saya memandangi leher putih ibu mertuaku dari belakang, & saya tak tahan tiba-tiba kupeluk ibu mertuaku & kuciumi tengkuknya bertubi-tubi. Saya tak perduli ibu mertuaku merasakan tonjolan keras yg merapat di belakangnya dikarenakan saya memang lah telah tinggi. Ibu mertuaku tiba-tiba bergerak menghindar & berangkat pula menyampaikan, “Jangan Dang..,” sedikit ketus, tidak dengan memandangku. Ibu mertuaku kembali ke lokasi tengah lokasi beliau sedang menyeterika bajunya.
Kondisi dalam hunian memang lah sepi & seluruhnya pintu tertutup sedangkan jendela depan dgn gorden tipisnya tak sanggup diliat orang dari luar. Saya telah begitu tinggi & seperti kerasukan setan telah tak perduli bersama kaidah apapun. saya pura-pura ke dapur seakan-akan membawa sesuatu di dapur & kembali ke ruangan tengah dari arah belakang dari ibu mertuaku. Saya pandangi badan ibu mertuaku dari belakang, & memang lah tubuhnya sangat indah di balik pakaian & rok yg ketat yg dikenakannya.
Saya pegang pundaknya dari belakang & pelan-pelan kuusap-usap pundaknya, & ibu mertuaku diam saja, setelah itu tanganku pelan-pelan kulingkarkan di perutnya, ibu mertuaku kupeluk dari belakang. Saya ciumi kembali tengkuknya bersama lembut, & sekali ini saya akan merasakan bahwa ibu mertuaku pun berdebar-debar sebagaimana keadaanku. Ibu mertuaku bicara berkali-kali “Jangan Dang..,” namum sekali ini tak ketus namun seperti berbisik & suaranya agak gemetar.
Tanganku saya naikkan ke dada ibu mertuaku sambil tidak henti-hentinya saya menciumi leher ibu mertuaku yg putih mulus. Saya remas-remas dadanya & ibu mertuaku tak melawan malahan badannya agak menggeliat-geliat & berkali-kali berbisik “Dadaanng..” Dari situ tanganku tetap berpindah ke bawah & tetap dalam posisi memeluk dari belakang. Kondisi itu konsisten memanas & hasilnya terjadilah semuanya di situ di sofa dekat meja seterikaan, saya menyetubuhi ibu mertuaku & ibu mertuaku membalasnya dgn lebih panas.
Demikianlah awal kejadiannya. Kepada mulanya saya senantiasa menyesal atas tindakan yg baru saja kami melakukan namun seperti daya pesona yg kuat, kejadian itu senantiasa berulang kembali.
Kami berkali-kali lakukan diam-diam & senantiasa istriku atau tetangga-tetangga kami tak ada yg mengetahuinya, & ibu mertuaku demikian pandai menutupi segalanya seolah tiada kejadian apa-apa. Saya tidak sedikit menuntut ilmu dari ibu mertuaku gimana menutupi & berlatih “bersabar” utk tak melaksanakan kesalahan apapun di depan orang lain. Bagi orang luar yg melihatnya interaksi kami kelihatan wajar, keluarga mungil yg hidup tepat dengan ibu mertuanya.
Kepada tiap-tiap peluang saya cuma berdua bersama ibu mertuaku senantiasa saja seakan-akan kami tak ingin menyia-nyiakan diwaktu & melakukannya bersama keras & teramat segera biar serentak selesai. Kondisi sembunyi-sembunyi ini seolah merasuki kami & menciptakan ketagihan. Bahkan dikala kami seluruhnya di hunian & istriku bertolak sebentar buat berbelanja di ujung gang hunian kami atau berangkat sebentar ke hunian sahabat, kami cepat melakukannya bersama posisi berdiri atau di lokasi cuci piring ibu mertuaku membungkuk & posisiku dari belakang, kadang tidak dengan mengakses pakaian kami & cuma di buka di daerah tertentu secukupnya. Bahkan kadang ibu mertuaku tak melepas pakaian atau apapun & cuma saya singkapkan celana dalamnya ke samping sedikit tidak dengan dilepas. Apabila saya bandingkan yg saya jalankan dengan ibu mertuaku bahkan lebih gila dari terhadap melakukannya bersama istriku. istriku tak sempat ingin jalankan posisi 69, tapi ibu mertuaku paling gemar bila permainan pembukaanya dgn 69. Nyaris segala macam posisi telah saya laksanakan dengan ibu mertuaku, yg tak sempat kulakukan dengan istriku. Namun benar-benar saya tak sempat menuntut apapun dari istriku.
Lalu kadang-kadang saya & ibu mertuaku senyum-senyum berdua dalam aktivitas sehari-hari atau kadang saya berbisik yg agak porno & ibu mertuaku mencubitku dgn keras. Kadang-kadang dalam peluang duduk dengan di meja makan, tanganku bergerilya di bawah meja tidak dengan setahu istriku & anak-anak, tapi factor seperti ini amat jarang saya laksanakan lantaran saya dilatih utk bersabar & tak melaksanakan hal-hal yg tak butuh.
Jikalau dipikir-pikir saya lakukan hal tersebut bersama ibu mertuaku nyaris di seluruhnya pelosok hunian sempat kami jalankan, barangkali ini dikarenakan senantiasa keadaanya darurat maka kami tak memilih-milih ruang. Kayaknya saya menikmati itu seluruh, namun serta saya mau lepas dari itu seluruh. Tetapi anehnya hubunganku bersama ibu mertuaku & istriku sehari-hari seperti tak ada perubahan sedikitpun.
Kepada awalnya nyaris tiap-tiap pekan saya & ibu mertuaku melakukannya minimum satu kali, & yg paling nekad ialah dikala tengah malam hri saya terbangun & diam-diam pindah ke kamar ibu mertuaku & melaksanakan segalanya, seakan-akan saya percaya istriku tak dapat terbangun, & anehnya benar-benar istriku tak terbangun.
Kadang-kadang benar-benar nyaris diketahui oleh istriku tapi senantiasa saya atau ibu mertuaku menemukan kata-kata yg sesuai utk argumen atau membelokkan perhatian & menutupi kejadian sesungguhnya. Kami seperti orang yg kerasukan, bahkan dalam perjalanan keluar kota atau di hunian saudara kami pernah melakukannya di kamar mandi atau di manapun ada peluang cuma berdua & tak mencurigakan.
hingga kini anakku telah empat tapi sekali-sekali bila ada peluang saya & ibu mertuaku melakukannya kembali. Ibu mertuaku senantiasa memuji-muji saya & menyampaikan saya hebat & ia senantiasa terpuaskan & klimaks. Saya tak tahu apakah rasa puas ibu mertuaku merupakan sebab punyaku yg benar-benar agak gede atau lantaran keadaan pesikologis kami yg melakukannya diam-diam sambil agak takut-takut yg menciptakan kami memang lah mau cepat-cepat selesai tiap-tiap kali melakukannya. & kami seperti keranjingan atau ketagihan dapat perihal ini.
Namun disamping itu seluruh saya konsisten tak dapat lepas dari rasa bersalah & rasa berdosa yg senantiasa pun menghantuiku. Berkali-kali saya mau lepas dari etika seluruhnya ini. Bahkan saya sempat ketus & tegas menolak ibu mertuaku. Tapi senantiasa ia dgn lemah lembut membujukku & menyampaikan apakah saya tak kasihan kepadanya yg senantiasa membutuhkan itu. & saya begitu lemahnya maka senantiasa kembali terjebak dgn jalankan itu lagi.
Kadang saya beram terhadap diri sendiri, tapi kepada dikala saya mau melakukannya senantiasa lupa terhadap segala pemikiran ini & senantiasa kembali melakukannya lagi.
Maafkan saya jikalau saya narasi terlampaui rincian, sebab saya tetap dalam kondisi seperti keranjingan atau ketagihan & seperti kerasukkan apabila mengenang segala rincian itu. Kadang ini pula mengganggu kerjaku tapi untunglah tak ada halangan apapun.
Gimana caranya lepas dari seluruhnya ini. Saya sadar bahwa kami tak mampu meninggalkan ibu mertuaku sendiri di rumahnya tapi saya pula sadar & berpikir menyangkut hari esok keluargaku & anak-anakku. Apa yg sebaiknya saya laksanakan.
Jumat, 13 Mei 2016
Nikmat nya mertuaku
Halo kenalkan, saya Panji Anugerah (nama samaran). Seseorang laki-laki berumur 37 thn, menikah, dgn seseorang perempuan yg amat kece & molek
Ngintip adik ipar
Benar-benar hidup ini kurang berarti apabila kita dulu bersama tidak ada putih & hitamnya, jika putih saja bisa jadi kurang baik namun jikalau hitam seluruhnya pun tak baik & yg paling baik ialah seimbang.
Tante ku Menggoda
Narasi sex ini berawal dari kejadian dimulai dikala aku menginap di hunian om aku di daerah bandung,
Nikmat nya tetangga ku
Narasi Sex Dewasa ini berawal disaat Kegemaranku menyaksikan film panas porno berawal dari penemuan tak terduga dibalik tumpukan lipatan sarung didalam
Janda Nikmat
Sebut saja namnya Cindy. Janda kembang sebelah rumah yang sangat menggoda. Tubuhnya sangat seksi sekali, payudaranya montok, pantatnya yang bahenol,
Senin, 09 Mei 2016
Aku Ketagihan
Suasana haru mengirnigi perceraian ortuku,Itu aku sangat terpuruk atas kejadian naas,aku tak lagi percaya semua itu.
Minggu, 08 Mei 2016
Langganan:
Postingan (Atom)








